Perbedaan ideologi Amerika dan China tak menghalangi perusahaan kedua negara untuk mempererat hubungan bisnis. Hal itu tampak ketika Presiden Amerika Donald Trump berkunjung ke China pada Kamis (9/11).

Kerja sama bisnis senilai 250 miliar dollar AS atau lebih dari Rp 3.000 triliun antara perusahaan-perusahaan Amerika Serikat dan China pun disepakati. Salah satu kerja sama bisnis dalam paket tersebut adalah kerja sama antara perusahaan chipset asal San Diego, Qualcomm dan tiga vendor smartphone asal China yakni Vivo, Xiaomi, dan Oppo.

Namun, nota kesepahaman yang ditandatangani oleh para pihak di Great Hall of People, Beijing tersebut bersifat tidak mengikat.  Dalam kerja sama bernilai 12 miliar dollar AS atau lebih dari Rp 160 triliun tersebut, Qualcomm akan memasok komponen chip ke Vivo, Xiaomi, dan Oppo selama tiga tahun.

Selama ini,  sebagian besar ponsel dari ketiga vendor itu memang menggunakan platform Qualcomm. Namun, untuk prosesor , mereka menggunakan Mediatek asal Taiwan,

Steve Mollenkopf, CEO Qualcomm mengatakan bahwa kerja sama dengan tiga perusahaan smartphone asal China ini akan membantu China yang berambisi mendorong industri dalam negerinya.

“Kami melanjutkan komitmen kami untuk berinvestasi dan membantu memajukan industri mobile dan semikonduktor China”, ujarnya.

China memang penting bagi Qualcomm. Sebagaimana dilansir GizmoChina pada Minggu (12/11), Qualcomm mengaku separuh keuntungannya diperoleh dari China.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here