Meniti karir di sebagai marketing, kemudian merambah dunia entertainment. Begitulah alur kehidupan yang dilalui Soka Sae (27).

Wanita asal Cilacap ini memulai karir nya sebagai marketing atau Sales Counter di pabrikan mobil asal Jepang, Toyota pada 2012. Kala itu, ia menggeluti pekerjaannya di Batam, Kepulauan Riau.

“Di Batam, Toyota memang memonopoli pemasaran mobil, sehingga penjualan lebih mudah disana. Apalagi saat itu pembangunan Batam sedang besar-besaran,” katanya kepada Giant Computer di Jakarta.

Soka pun tak menghabiskan hari-hari nya di Batam dengan hanya bekerja di Toyota. Ia juga bernyanyi di kafe-kafe pada malam hari.

Tak aneh memang, sebab sebelum bekerja di Toyota pun, tepatnya selepas lulus SMA pada 2008 Soka sudah akrab dengan dunia musik. Ia bergabung dengan suatu band dan kerap melakoni pertunjukan di luar kota dan luar pulau dalam beberapa kurun waktu tertentu alias long trip. Setelah itu, Soka dan band nya menetap di Jakarta selama satu tahun untuk bernyanyi di kafe-kafe Ibukota.

Jadi, sedari awal Soka memang akrab dengan musik. Dan kemampuannya di dunia tarik suara inilah yang membuat CBM Entertainment menawarkan peluang rekaman pada Soka.

Soka pun menerima tawaran dari perusahaan rekaman yang menaungi Cherrybelle itu. Dangdut menjadi genre musik yang diusung oleh Soka dengan singel pertama nya berjudul Cape Hate Ga Kepake.

“Dangdut menjadi pilihan karena jenis musik ini memang digemari masyarakat luas,meskipun sebelumnya ketika di band, saya lebih banyak bawakan lagu-lagu Top 40,” kata Soka.

Maka, Soka pun memulai kiprahnya di dunia entertainment tersebut di Jakarta. Ia makin melebarkan sayapnya ke luar dunia tarik suara. Kini Soka juga kerap menjadi presenter di berbagai acara.

Soka pun kerap tampil di beberapa judul sinetron, seperti Anak Masjid dan Nadin. Sebenarnya kiprah di dunia akting ini berawal dari kemunculannya di film layar lebar berjudul Mimpi Anak Pulau. Ia muncul di film ini berbarengan dengan dimulainya proses rekaman di CBM.

“Tahun depan juga saya akan muncul di suatu film layar lebar juga,” katanya.

Selain itu, kini Soka juga sedang menjajal kemampuannya sebagai Disc Jockey (DJ). Tapi untuk DJ Soka mengaku baru belajar dan baru dua bulan lagi kemampuannya bisa dipromosikan ke publik.

“Saya memang senang musik, dan bermain sebagai DJ ini yang suka mixing satu lagu dengan lagu lainnya menarik banget buat saya,” katanya

Di dunia tarik suara, kiprah Soka pun terus berlanjut. Kini ia baru menuntaskan penggarapan singel baru berjudul Narkoba dengan jenis musiknya dangdut koplo. Singel ini merupakan hasil kerja sama dengan Badan Narkotika Nasional.

Namun, meski kiprahnya di dunia hiburan tampak kian menanjak, Soka tetap tidak meninggalkan karir nya sebagai marketing profesional di Toyota. Ia kini sedang fokus menggeluti pekerjaannya sebagai Sales Counter di Tunas Toyota Radin Inten, Jakarta Timur.

Bahkan Soka ingin kedepannya lebih dikenal sebagai marketing Toyota, meski tetap berkiprah di dunia hiburan. Ia justru berharap kiprahnya di entertainment turut ‘memasarkan’ profesinya sebagai marketing Toyota.

“Jadi pekerjaan utama ku tetap di Toyota,dan aku mau ketika orang butuh sesuatu dari Toyota, mereka cari aku,” kata Soka.

Karir memang penting bagi Soka. Sebagai wanita, ia mengaku tak mau hanya berhenti pada urusan dapur saja.

“Dengan memiliki karir dan kemampuan, seorang wanita itu bisa lebih dihargai orang lain,” katanya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here