Solar Impulse, Pesawat Canggih Tanpa Bahan Bakar Fosil Leave a comment

Solar Impulse, Pesawat Canggih Tanpa Bahan Bakar Fosil.

Pesawat impuls 2
Pesawat Solar Impulse Saat Lepas Landas

Misi penerbangan pesawat terbang sel surya antar benua dilanjutkan. Pesawat eksperimental “Solar Impulse” lepas landas dari Spanyol menuju Marokko Selasa pagi (05/06).

Petualang dari Swiss, Bertrand Piccard melanjutkan penerbangan pesawat berkursi tunggal yang mesinnya digerakkan 12.000 panel sel surya dari ibukota Spanyol, Madrid di Eropa menuju ibukota Marokko, Rabbat di Afrika Utara. Jarak sejauh 1.200 kilometer itu diperkirakan ditempuh selama 17 jam. Penerbangan Madrid-Rabbat merupakan tahapan kedua penerbangan antar benua “Solar Impulse”. Pesawat itu lepas landas dari Payerne di Swiss dua minggu lalu dengan dipiloti Andre Borschberg dan mendarat dengan selamat di Madrid.

Pesawat “Solar Impulse” digerakkan empat mesin listrik dan memiliki kecepatan jelajah rata-rata 70 km per jam. Rentang sayapnya sekitar 64 meter, sama dengan rentang pesawat jumbo jet Airbus A 340. Namun bobot keseluruhannya hanya 1,6 ton atau setara dengan mobil kelas menengah.

“Sasarannya bukan memanfaatkan energi surya untuk menggerakan pesawat terbang normal”, kata Piccard kepada kantor berita AFP. “Melainkan untuk mendemonstrasikan, bahwa kami dapat mencapai sasaran mengagumkan yang sebelumnya dianggap nyaris mustahil, dengan memanfaatkan teknologi terbaru. Hanya dengan energi surya, tanpa bahan bakar apapun. Sasarannya membangkitkan kesadaran, jika kami dapat melakukannya di udara, yang lain juga dapat melakukannya di darat.” Penyelenggara kegiatan menegaskan, penerbangan itu merupakan tahapan ujicoba bagi penerbangan keliling dunia pada tahun 2014, dengan menggunakan pesawat baru (Solar Impulse2).

Solar Impulse 2, Misi Lanjutan Dengan Pembaruan Sistem dan Material

 

Solar Impulse 2 Sedang Mengudara

Pesawat terbang layang sel surya Solar Impulse2 melanjutkan misi keliling dunia dengan energi alternatif. Rahasia sukses pesawat itu terletak pada material canggih yang dikembangkan di Jerman.

Pekan ini pesawat layang bertenaga surya Solar Impulse 2 melanjutkan misinya, mengelilingi dunia tanpa bahan bakar fossil. Misi utama dari pesawat layang ini adalah untuk menunjukkan bahwa energi alternatif amat penting buat masa depan umat manusia. Disamping itu, pesawat juga merupakan laboratorium uji ketahanan batasan fisik tubuh manusia.

 

Bernd Rothe adalah pemegang kunci sukses pesawat layang super ringan itu. Dia adalah otaknya konstruktor sukucadang pesawat Solar Impulse 2 di Bayer Material Science. Pesawat yang digerakkan panel surya itu dikonstruksi dengan teknologi tinggi termodern agar bobotnya super ringan. Untuk membuat material konstruksi pesawat super ringan, Rothe menggunakan teknologi tercanggih untuk mengurangi densitasnya. Targetnya menciptakan busa super tingan tapi kokoh.

 

Di laboratorium para ilmuwan melakukan eksperimen dengan berbagai campuran material. Tujuannya, memenuhi permintaan para desainer dan insinyur pesawat. Inilah campuran terbaik. Elemen terpenting adalah pori-pori busa. Makin kecil diameternya, makin besar efek isolasinya. Senyawa busa mengeras dalam waktu singkat dan siap siujicoba. Tugas berikutnya diambil alih robot untuk membuat lembaran busa isolasi termodern ini. Produksinya dilakukan dengan tekanan tinggi dan distribusi merata.

 

Lembaran busa mengeras dalam tempo 20 menit dan para ilmuwan melakukan pemeriksaan. Ini saatnya membuat perbaikan untuk menciptakan material terbaik. Bernd Rothe dan timnya cukup puas dengan hasil produksi. Panelnya kokoh tapi fleksibel dan juga sangat ringan. Material busa ini ideal sebagai lapisan luar kokpit. Ketebalannya hanya 3 sentimeter tapi memiliki sifat isolasi bagus dan efek stabilisasi. Keunggulan lainnya, material amat ringan, bobot lapisan luar kokpit hanya 30kg.

 

Uji material dan uji ketahanan tubuh pilot

Kursi pilot berteknologi tinggi dan muliti fungsi. Kursi bisa disetel untuk posisi tidur, sebagai toilet dan memonitor kesehatan pilot sepanjang waktu. Pesawat sel surya ini bagaikan laboratorium terbang. Semuanya harus multifungsi, karena di dalam kokpit amat semput dan awak pesawat tak bebas bergerak.

 

Dr. Bernd Rothe menjelaskan: “Kami gunakan tiga jenis material. Busa keras untuk isolasi, bahannya sangat ringan tapi kokoh. Pilot tidak merasa terlalu dingin atau terlalu panas. Lalu lapisan tipis yang tahan cuaca sebagai pendukung busa. Kemudian jendela dari polikarbonat, yang transparan. Pilot bisa melihat ke luar sekaligus terlindung dari hujan, angin dan lainnya. Bernd Rothe bekerja keras agar pesawat Solar Impulse 2 sukses terbang keliling dunia. Beragam material berbeda, bertujuan agar pesawat bisa terbang dalam kondisi ekstrim. Jendela kokpit dibuat dari material polikarbonat terbaru dari bola-bola plastik mikro.

 

Bola-bola plastik ini dicetak jadi lapisan pada temperatur 300 derajat Celsius. Hasilnya luar biasa. Jendela selain transparan dan kokoh juga tahan gores. Selain itu juga tahan pancaran Ultra Violet dan bisa membersihkan diri sendiri. Pesawat sel surya ini sudah sukses menempuh penerbangan separuh dunia hanya dengan memanfaatkan tenaga matahari. Semua berkat teknologi material terbaru. Para peneliti juga bisa menerapkan hasil riset materialnya bagi pengembangan pesawat terbang komersial di masa depan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *